Bid’ah Cinta: Kisah Asmara di Tengah Perbedaan

Bid’ah Cinta menyajikan kisah asmara dua insan yang menganut aliran agama yang berbeda di tengah kehidupan modern yang penu lika-liku

Cinta adalah urusan hati, sedangkan agaman adalah persoalan akidah. Kedua tema ini ‘dibalut’ dalam satu film remaja bertajuk Bid’ah Cinta. Seperti judulnya, film togel online ini bergenre drama religi dan mengusung kisah cinta antara dua sejoli yang berbeda aliran, meski keduanya sama-sama muslim. Film besutan Kaninga Pictures ini telah dirilis di bioskop pada tanggal 16 Maret 2017 yang lalu.

Tentang Bid’ah Cinta

Film Bid’ah Cinta terinspirasi dari isu-isu fenomenal di tanah air, yakni masalah bid’ah dalam ajaran Agama Islam, dan dikemas lebih menarik untuk menggaet lebih banyak kalangan dengan memasukkan cerita drama cinta dua remaja.  Tokoh utama film ini adalah Khalida, seorang gadis muslim yang menganut aliran Islam tradisional dan Kamal, seorang pria muslim yang lebih condong ke aliran Islam puritan. Para pemain dalam film ini antara lain:

  • Ayushita Nugraha: sebagai Khalida
  • Dimas Aditya: sebagai Kamal
  • Ibnu Jamil: sebagai Hasan
  • Dewi Irawan: sebagai Nyak Saat
  • Fuad Idris: sebagai H. Rohili
  • Beberapa pemain lain seperti Ronny P. Tjandra, Karlina Inawati, Jajang C. Noer, Alex Abbad, dan Tanta Ginting.

Naskah film ini ditulis oleh Nurman Hakim sendiri bersama 2 orang lainnya, yakni Zaim Rifiqi dan Ben Sohib. Film Bid’ah mengusung kisah dua sejoli dengan latar belakang perkampungna Betawi. Kisah cinta Khalida dan Kamal pada akhirnya melibatkan dua keluarga yang bertentangan, karena perbedaan aliran keyakinan. Tentunya, dua remaja ini harus menjalani hubungan asmara di tengah tekanan dari kedua sisi dan berbagai hambatan yang muncul dari lingkungan sekitar.

Menjawab Pertanyaan Seputar Tema Bid’ah

Banyak kalangan yang mempertanyakan tema bid’ah yang diusung oleh Nurman Hakim pada film ini. Pasalnya, tema ini kerap memicu polemik seputar hal-hal sensitif yang berbau sara. Mengapa Nurman Hakim berani mengusung tema ini?

Dalam sebuah wawancara dengan media, sutradara ini mengatakan bahwa bid’ah bukanlah suatu hal yang perlu diperdebatkan dan bukan pula merupakan sesuatu yang sensitif. Masyarakat sudah akrab dengan persoalan bid’ah, apalagi di tengah perkembangan teknologi saat ini. Wajar saja jika banyak hal-hal yang berkembang di tengah masyarakat tidak ditemukan di zaman Rasulullah dahulu.

Sutradara film 3 Doa 3 Cinta ini mengaku bahwa film Bid’ah Cinta tidak mengedepankan persoala bid’ah sebagai tema utamanya. Lagi pula tidak ada pihak yang disudutkan di dalam film ini. Ia hanya ingin menyajikan potret kehidupan masyarakat dengan berbagai isu-isu aktual, seperti bid’ah ataupun isu transgender. Film ini juga dikemas dengan apik sehingga lebih menarik dan jalan cerita, maupun pesan di dalamnya mudah dicerna oleh penonton.

Review Film Bid’ah Cinta

Setelah dirilis sejak tanggal 16 Maret 2017, film Bid’ah Cinta disambut cukup baik, meski tidak sefenomenal film religi lain seperti Ayat-Ayat Cinta. Opini yang muncul pun positif dan negatif. Di sisi positifnya, film ini dikemas dengan sempurna dan mudah dicerna. Bid’ah Cinta menyajikan fenomena yang sedang  marak di masyarakat dan memuat pesan positif yang bisa dibawa pulang oleh penonton.

Di sisi negatifnya, sebagian penonton merasa bahwa film ini kurang fokus membahas tentang tema yang diusung, yakni bid’ah dalam hubungan asmara. Selain itu, logika cerita disajikan kurang apik, sehingga kesannya datar, karena durasinya yang panjang. Secara keseluruhan, Bid’ah Cinta dapat menjadi alternatif tontonan nonton movie saat liburan atau weekend. Cukup banyak pesan moral yang bisa diambil.